Zeema 28

1237 Words

Disaka menoleh kesana kemari. "Tuan tempat ini ber cctv, kami berhasil menguasainya. Jadi jalan saja dengan tenang, akan ku beri arahan dari sini." Disaka mengangguk kan kepalanya, wan yang melihat reaksi Disaka hendak bertanya. Namun lengan besarnya lebih dulu mengisyaratkan wan untuk diam saja. “Berjalan saja ke lorong kanan, tetap lurus namun jangan bersamaan. Terus merayap di sisi lorong.” “Mereka menyimpan granat, jadi jalan secara terpisah. Maaf tuan, salah satu dari kita menjadi korbannya." Mata pria itu sedikit terbelak, sama-sama mematung. Wan dan Disaka saling melemparkan tatapan penuh arti, aku tak tahu maksud tatapan itu. "Beritahu yang lain, berjalan secara terpisah di sisi lorong." Bisik Disaka yang di teruskan wan. Sesuai isyarat, mereka berjalan di sisi lorong. Cukup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD