Ada Disaka, wan, dan beberapa orang lain di sana, aku mendekat. Menatap sesuatu yang tertutup kain hitam, tapi kain itu terlihat basah. "Kau mau bawa dia kemana?" Tanya Disaka begitu tenang. Wan dan yang lain saling bertatapan, mereka berniatan membopong tubuh itu. "Apa yang harus kami lakukan tuan." "Biarkan." "Bagaimana jika tuan Win tau?" "Apa yang perlu di takutkan, pria ini menghampiri kematiannya sendiri." Disaka berjalan menjauhi tempat itu, satu persatu mereka mulai mengikutinya. Cukup jauh berjalan, hingga cahaya perlahan di hampiri. BUM!! Tempat itu meledak, aku bahkan terkejut hingga berpindah ke tempat yang lebih jauh dari ledakan itu. Tempat yang tadi ku lihat seorang pria di tutupi kain, meledak. Puing-puing berterbangan kesana-kemari. Disaka hanya diam menatap temp

