nisha memasuki sebuah ruangan besar di mana Jordan telah menantinya. Gadis itu menghampiri pria yang sudah dianggap sebagai kakaknya itu. “Ke mana Kak Arga?” “Lagi ada urusan. Kamu ngapain ke sini?” “Yang pasti ada urusan lah. Emangnya Kakak, yang gabut ngintilin Kak Arga mulu,” sindir gadis itu. Jordan hanya berdeham. “Kamu kenal dekat sama Annisa?” tanya Jordan. Denisha mengangguk mengiyakan. “Emang kenapa? Oh, iya, Kak. Kalau dia dijodohkan sama Kak Arga, menurut Kakak gimana?” tanya Denisha lagi. Jordan tak menjawab. Mendengar kata dijodohkan, entah mengapa hati kecilnya terasa perih. “Gimana kabar kakakmu?” “Lah, bukannya udah tiap hari tiap jam tiap menit sama Kakak ya?” “Ma-maksud aku, Arinta,” ucap Jordan lirih. Denisha tak memberikan respons. Gadis itu hanya bisa mengeru

