“Hei, kamu apa-apaan, sih! Hentikan!” Arga berusaha sebisa mungkin menangkis serangan dari Annisa. Entah mengapa kekuatan gadis itu terasa sangat besar. Arga hampir dibuat kewalahan karen serangan gadis itu. Arga berusaha menekan sakelar lampu yang berada tak jauh dari lemari pendingin itu. Keduanya sangat terkejut saat mengetahui mereka berhadapan dengan siapa. “Kamu?" seru keduanya nyaris bersamaan. “Kamu mau maling, ya?” Hardik Annisa. “Enak aja! Kamu tuh yang maling. Seenaknya aja keluyuran di dalam rumah orang!” balas Arga. Keduanya sama-sama tak mau mengalah. Keduanya sama-sama kekeh dengan pendapat masing-masing. "Tunggu! rumah kamu? hello? Jangan mimpi. mana mungkin pembohong seperti kamu pemilik rumah ini! Jangan melucu! karena memang gak lucu!" seru Annisa. Keributan yang

