Usai kejadian di rumah Arga yang berujung perjodohan antara Annisa dan Arga, Annisa kembali bekerja seperti biasa. Annisa meyakini bahwa apa yang dua hari lalu ia alami adalah sebuah mimpi. Selama dua hari terakhir, gadis itu tak bisa tidur nyenyak. Bayangkan saja, selama dua puluh satu tahun ia hidup, tak pernah sekalipun mengetahui apa itu pacaran, bahkan menyukai lawan jenis. Eh, lupa. Annisa sempat menyukai Deksa. Mengagumi pria itu lebih tepatnya. Annisa tak mau terlalu berharap bisa mendapatkan hati seorang Deksa yang memiliki kesempurnaan versi Annisa. Apalagi banyak gadis yang selalu mengerubungi pria itu. Pria itu ibarat bunga yang tengah mekar dan dikerubungi oleh banyak kupu-kupu yang ingin mengambil sari nya. Eh, ralat. Sepertinya lebih tepat mengibaratkan gadis-gadis itu seba

