Part 14

1847 Words
Incheon International Airport, Seoul, Korea Selatan Incheon International Airport adalah bandara terbesar di Korea, sekaligus salah satu bandara terbesar dan tersibuk di dunia. Bandara incheon terletak di barat pusat Kota Incheon (48 km barat Kota Seoul) dan berdiri di lahan buatan yang terletak di antara pulau Yeongjong dan Yongyu. Kedua pulau ini sebelumnya dipisahkan oleh laut dangkal yang kemudian direklamasi untuk proyek kontruksi bandara Incheon. *** “Akhirnya sampai juga,” ucap Serin sambil merentangkan tanggannya turun dari jet pribadi Adrian. Adrian yang melihat cuma bisa geleng-geleng kepala. Adrian dan Serin berjalan berdampingan menuju lobby penjemputan dan diikuti Josep di belakang Serin dan Adrian. “Josep sudah siap semuanya?” tanya Adrian pada kaki tangannya. “Sudah Boss..semua sudah siap,” ucap Josep dengan tegas yang diangguki oleh Adrian. Adrian melirik yang lagi sibuk dengan MacBooknya. Wajah Serin terlihat serius. Adrian membiarkan Serin untuk sementara fokus dengan pekerjaannya karena Adrian juga merasa bersalah mengajak Serin tanpa ada pembicaraan sebelumnya. Mau tidak mau Serin harus menunda semua urusannya. Adrian sangat bangga memiliki Naraya dalam hidupnya. Wanita pekerja keras dan mempunyai tekad yang kuat. Tinggal menunggu jam Serin akan menjadi istri Adrian Aditama..Serin bertemandajq sendiri masih belum tau kalo dia akan menikah sebentar lagi. Mobil jemputan telah datang. Adrian dan Serin langsung masuk ke dalam mobil yang diikuti dengan Joseph yang duduk di depan bersama supir. *** “Mom....” ucap Tuan Lessham pada Ibu Ratu yang sedang membaca majalah. “iya pap” jawab Ibu Ratu sambil tetap membaca majalahnya. “Adrian menyuruh kita berangkat ke Korea sekarang karena dia mau menikah katanya” ucap Tuan Aditama. Ibu Ratu yang mendengar kabar dari suaminya langsung histeris. “ Apa Pap...” teriak Ibu Ratu. “Jangan teriak-teriak mom kayak di hutan saja.” Ucap Tuan Lessham. Ibu Ratu tidak terima kalo Aditama menikah dengan wanita lain. Dia ingin Adtima menikah dengan Serin, menantu idamannya. “Siapa calon istri tahu posing ada?” ucap Ibu Ratu menahan marah. “Entahlah Mom...Adria ku cuma mengatakan kalo papi kenal calon istrinya.” “Mommy gak terima pap. Mommy cuma ingin Serin yang menjadi istri Adrian. Titik.” ucap Ibu Ratu. Tuan Lessham cuma menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya. “Sudahlah mom terserah Adrian yang terpenting kita sebagai orang tua cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk putra-putri kita. Mereka semua sudah dewasa. Bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk hidupnya.” Tutur Tuan Lessham. Raut wajah Ibu Ratu langsung terlihat sedih mendengar penuturan suaminya. “Iya Pap.” “ Ok klo gitu kita bersiap-siap dan langsung brangkat ke bandara karena pesawat jet kita sudah siap.” “Baik pap,” ucap Ibu Ratu sambil berlalu menuju kamarnya untuk bersiap-siap. “Papi juga sebenarnya berharap yang menikah dengan Adrian adalah Serin mom yang bisa menjadi pelengkap untuk anak kita karena papi yakin kalo Serin mempunyai pribadi yang baik,” batin Tuan Aditama sambil memandang kepergiaan Ibu Ratu. **** The Shilla Seoul Hotel,Jung-gu,Seoul,Korea Selatan Mobil berhenti tepat di depan lobby hotel The Shilla Seoul, salah satu hotel bintang lima yang ada di Jung-gu, Seoul, Korea Selatan.Veron turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu Adrian dan Serin. Adrian menggandeng tangan Serin menuju resepsionis hotel. “Annyeonghaseyo (hello)” ucap resepsionis hotel dengan ramah. “Naega doum-i doel su issseubnida (bisa saya bantu)?” tanya sang resepsionis “Mr. Arsenion-eul daesinhayeo gaegsil jumun (pesanan kamar atas nama tuan Arsenio).” Ucap Arsenio menggunakan bahasa Korea. “Hotel gaegsil 235( kamar hotel 235)” ucap resepsionis dengan sopan dan memberikan kartu akses kamar. “Gamsahabnida (terima kasih)” ucap Serin “Jeohui hotel-e manjog hasigil balabnida (semoga Anda puas dengan hotel kami),” ucap resepsionis dengan sopan. Tak berlangsung lama, pelayan hotel menghampiri Serindan Serin dan mengantar mereka menuju kamar yang sudah arsenio pesan. Sebelum Adrian melangkah ia menghampiri Joseph untuk tidak lupa menyiapkan segalanya. “Josep jangan lupa untuk nanti malam. Siapkan yang terbaik, jangan sampai ada celah sekecilpun. Aku ingin terlihat sempurna di acaraku dan ambil pesanan cincinku di yorisama.” ucap Adrian lirih. Serin tidak bisa mendengar apa pun yang dibicarakan Adrian dengan Josep. “Baik Boss” ucap Josep dengan tegas. Adrian berbalik dan menghampiri Serin dan menggandeng tangannya menuju ke kamar mereka. “Apa kita akan tinggal satu kamar?” ucap Serin. Adrian mendengar pertanyaan Serin, dengan menyunggingkan senyum. “Iya Baby...aku sudah pernah melihatmu telanjang. Kenapa harus berbeda kamar,” ucap Adrian dengan santai. Wajah Serin memerah karena malu mendengar perkataan sarkas Adrian. Serin mencubit lengan Adrian dengan gemas. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu. “Kau ini kalo ngomong, lihat di depanmu sekarang masih ada pelayan,” ucap Serin dengan kesal. Serin meninggalkan Adrian masuk ke kamarnya lebih dulu. Sebelumnya dia berterima kasih dan memberikan tips untuk pelayan yang sudah mengantarkannya. “Gamsahabnida (terima kasih),” ucap Serin sambil menundukkan kepala. “Cheonman-eyo bu-in (sama-sama nyonya), sillyehabnida (permisi).” ucap pelayan itu dengan sopan dan membungkukkan badan. Setelah pelayan pergi Serin langsung masuk ke kamarnya membiarkan Adrian yang masih tertinggal di belakang. Serin merebahkan badannya di atas ranjang. Adrian memasuki kamar dan langsung ikut merebahkan badannya di sebelah Serin. Adrian memiringkan badannya menghadap Serin dengan menatap mata indah wanita yang akan menjadi istrinya beberapa jam lagi. Adrian sudah tidak sabar akan hal itu memiliki Serin seutuhnya. “Aku sudah tidak sabar,” ucap Adrian pada Serin. Serin yang mendengar perkataan Adrian penasaran. “Memang tidak sabar kenapa?” Ada yang terjadi?” ucap Serin dengan bingung. Adrian menyunggingkan senyum. Mendekatkan wajahnya ke wajah Serin. Melumat bibir Serin dengan lumatan panjang yang membuat Serin sampai tidak bisa bernafas. Serin memukul-mukul Adrian untuk menghentikan ciumannya. Huah.......Serin menghirup napas banyak-banyak setelah berciuman. Adrian yang melihat kelakuan Serin, dia tidak bisa menahan tawanya. Adrian menonyor kepala Serin dengan gemas. “Kau ini sangat lucu kalo seperti itu,” ucap Adrian di sela-sela tawanya. Melihat Adrian masih tertawa, Serin punya pikiran untuk mengerjai Adrian. Serin naik di atas tubuh Adrian dengan gaya sensualnya. Mengedipkan salah satu matanya dan menggigit ujung bibirnya. Adrian yang melihat Serin seperti itu cuma bisa menelan ludah. Tubuh Adrian sudah mulai panas dingin. Serin melepas dreesnya dengan gaya sensualnya.dan melemparnya sembarangan. Adrian yang melihat Serin cuma memakai Br2 dan celana dalam semakin tergoda untuk menjamahnya. Adrian menahan dirinya. Serin yang melihat Adrian yang masih bisa bertahan mulai membuka pengait Br2nya.dan melemparnya tepat di sebelah wajah Adrian. Adrian benar-benar sudah tidak tahan ingin mengulum d**a ranum Serin yang sudah menantang. Saat Adrian benar-benar sudah tidak tahan dan ingin menjamah Serin. Serin turun dari tubuh Adrian dan dengan langkah cepat Serin berlari menuju kamar mandi. Serin menoleh dan menjulurkan lidahnya ke Adrian sambil tertawa terbahak-bahak. “Shiiittt, aku dikerjai,” ucap Adrian dengan frustasi. Adrian turun dari ranjang berjalan mondar-mandir untuk menenangkan yang dibawah. “Aku tidak bisa seperti ini aku harus mandi air dingin, tunggu pembalasanku Serin.akan ku buat kau tidak bisa berjalan besok pagi karena harus melayaniku sebagai suamimu,” desis Adrian dengan senyuman. Buat Adrian Serin adalah godaan dan kelemahan terbesarnya. **** Seoul Central Mosque,Seoul,korea selatan Tokk...tookk..took...terdengar suara pintu diketuk dari luar. Serin menghampiri pintu dan membukanya. Di depan pintu ada dua wanita cantik yang sedang berdiri. “Cari siapa?” ucap Serin dengan nada dingin. “Apa benar ini kamarnya Ibu Serin?” ucap salah satu wanita yang berdiri di hadapannya. “Iya benar saya sendiri? Ada apa mencari saya?” ucap Serin penasaran. “Maaf Bu sebelumnya saya disuruh Tuan Adrisn ke sini untuk mendandani Ibu Serin.” Serin terkejut mendengar ucapan salah satu wanita tersebut. setelah mandi tadi Adrian pergi ke bawah sampai sekarang belum kembali. Serin mempersilakkan kedua wanita tersebut untuk masuk ke dalam kamarnya. Serin menurut saat salah satu wanita itu mulai merias wajahnya. Tak menunggu lama Serin sudah selesai dirias. Kedua perias itu sangat takjub dengan kecantikan Serin, padahal wajah Serin cuma sedikit dipoles. “Anda terlihat sangat cantik Nona,” ucap salah satu perias dengan tatapan kagum. Serin menyunggingkan senyumannya. “Karena Anda juga saya bisa secantik ini,” ucap Serin. Salah satu perias memberikan baju kebaya pengantin putih untuk dipakai Serin. Kebaya yang terlihat simple tapi tetap terlihat elegant. Serin dibantu memakai baju kebayanya. Meskipun Serin memiliki banyak pertanyaan yang muncul dikepalanya untuk Adrian. Serin terlihat sangat cantik dengan kebaya pengantinnya. Penampilan yang perfect. Adrian masuk ke dalam kamar hotelnya. Saat melihat penampilan Serin dengan kebaya pengantinnya, Adrian tidak bisa mengalihkan pandangannya sedetik pun. Serin begitu cantik. Adrian tidak bisa memungkirinya. Adrian berjalan mendekat ke arah Serin dan mencium kening Serin dengan penuh cinta. “Kita berangkat sekarang, Sayang. kan ku jadikan engkau kekasih halalku” ucap Adrian dengan lembut. Serin berkaca-kaca mendengar ucapan Adrian. Pernikahan kilat Serin dengan Adrian. Mereka berdua turun ke bawah dan menuju mobil yang akan membawa mereka berdua ke Seoul Central Mosque, tempat diadakannya akad nikah Serin dan Adrian. Di mana Tuan Aditama dan Ibu Ratu sudah berada di sana. Jantung Serin berdetak kencang. Dia tidak menyangka kalo dia akan menikah secepat ini dan akan menjadi istri Adrian. Adrian yang melihat Serin gugup menggenggam tangan Serin dan menciumnya. “Semuanya akan baik-baik saja, Sayang,” ucap Adrian dengan lembut. Serin mengganggukkan kepalanya. Tak menunggu lama akhirnya Serin dan Adrian sampai di Seoul Central Mosque. Adrian dan Serin turun dari mobil dan langsung menuju ke dalam masjid yang mana penghulu dan saksi sudah datang. Adrian dan Serin memasuki area dalam masjid. Adrian mendekat ke arah orang tuanya yang diikuti Serin di belakangnya.Tuan Aditama dan Ibu Ratu belum tau kalo calon istri Adrian adalah Serin, menantu idamannya. “Pap, Mom...” sapa Adrian.Tuan Aditama dan Ibu Ratu menoleh ke arah suara yang memanggilnya.Tuan Aditama melihat pancaran kebahagiaan di wajah putra bungsunya. “Hai Son...” ucap Tuan Aditama menyapa balik putranya. “Apa kalian tidak ingin menyapa calon istriku, ”ucap Adrian “Pasti Son perkenalkan pada papi dan Mommy sekarang calon istrimu,” ucap Tuan Aditama dengan menyunggingkan senyumannya. Meskipun dengan terpaksa, saat Serin berjalan ke samping Adrian. kedua orang tua tersebut sangat terkejut. Terlebih lagi Ibu Ratu yang dari tadi memasang wajah muram tak bersemangat. Saat melihat Serin, ekspresi mukanya langsung berubah bahagia. Ibu Ratu menghampiri Serin dan memeluknya dengan sayang. “Terima kasih sayang.....” ucap Ibu Ratu sambil meneteskan air mata bahagia. Serin memeluk Ibu Ratu dengan erat karena tidak menyangka kalo orang tua Adrian menerimanya dengan tangan terbuka dan mengganggapnya seperti anak sendiri. “Serin yang berterima kasih Bu karena mau menerima Serin dan masa lalu Serin,” ucap Serin dengan lembut. Tuan Aditama yang melihat Serin, Ibu Ratu ikut menitikan air mata kebahagiaan karena apa yang diimpikannya dengan istrinya bisa terwujud. Tiba-tiba Josep menghampiri Adrian dan mengatakan kalo akad nikah harus segera dilakukan. “Boss...akad nikah harus segera dilaksanakan,” ucap Josep dengan sopan. “Baiklah siapkan.” ucap Adrian. Adrian menghampiri Serin dan menggandengnya menuju tempat berlangsungnya akad nikah. Serin duduk di samping dan disaksikan kedua orang tua Adrian, Josep dan para pengawal Adrian. Adriana menjabat tanggan penghulu yang menikahkannya dan berucap dengan lancar tanpa ada hambatan. “Saya terima nikah dan kawinnya Serin Amanda Carla Binti Fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set berlian seberat 8 karat dibayar tunai,” ucap Adrian dengan lantang dan semua yang mendengarnya mengucap kata Sah... “SAH....SAH...SAH...” semua pada ikut merasakan kebahagiaan kedua mempelai. Serin mencium tangan Adrian dan Adrian mencium kening Serin dengan penuh cinta. **** Tak pernah terbayangkan dibenakku bisa bersanding denganmu... Menjadi istrimu..... Menjadi bagian dari hidupmu... Semoga ini awal ke bahagiaanku... Mengarungi bahtera rumah tangga bersamamu.... Suamiku...... { Serin Amanda Carla }
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD