Kediaman Keluarga Aditama
18:30
Adrian Pov
“Tuhan, apakah ini memang takdir, aku bisa bertemu dengannya lagi. Wanita yang membuatku hampir gila. Aku tidak bisa menahan debaran hati ini, Tuhan. Padahal cuma melihat wajahnya saja sudah memporak- porandakan hatiku. Serin, apa yang sudah kau lakukan padaku. Sampai kau membuatku seperti ini,” batin Adrian.
Apakah memang benar cinta yang sedang aku rasakan ini. Detak jantung tak beraturan. lngin rasanya aku menghampiri dan dapat memeluknya. Jika Tuhan menakdirkanku untuk bisa memilikinya, menjadikannya pasangan hidupku. Mungkin ini terdengar naif, tapi aku benar-benar ingin memilikinya, menjadikannya satu-satunya wanita pendampingku.
“Ya Tuhan, siapa wanita yang bersama papi itu? Cantik sekali, seperti jelmaan Angelina Jolie,” ucap Arya pelan. Mendengar perkataan Arya, Adrian menyunggingkan senyum.
“Jangan memuji wanita lain. Bisa-bisa nanti malam tidur di luar, baru tau rasa,” ucap Adrian memprovokasi kakaknya. Arya menghela nafas kasar mendengar perkataan Adrian, adik bungsunya.
“Kau ini tak bisa melihat kakakmu memandang wanita cantik. Oh iya... memang siapa wanita yang bersama papi itu?” tanya Arya penasaran.
Tuan Andre sampai di meja makan dan mempersilakkan Serin duduk di kursi kosong di sebelahnya Ibu suri. Serin masih belum sadar ada sepasang mata yang memandanginya.
“Kenalin Son tamu sekaligus rekan kerja Papi. Miss Carla, pemilik Perusahaan Blink.Corporation yang sekarang menjalin kerja sama dengan perusahaan keluarga kita,” ucap Tuan Andre memperkenalkan Serin kepada anak-anaknya. Semua mata menatap kagum kepada Serin. Sering mereka mendengar kualitas yang dimiliki Perusahaan Blink.Corporation. Tetapi baru sekarang mereka bisa melihat langsung pemilik Blink.Corporation karena setiap ada pertemuan, pemilik Blink.Corporation tidak pernah terlihat hadir dan menampakkan dirinya di hadapan publik.
“Anda terlalu berlebihan Tuan Andre memperkenalkan saya,” ucap Serin dengan sopan. Saat Serin mengedarkan pandangannya, dia bertemu tatapan sepasang mata yang tidak asing. Pria yang tak lain adalah Adrian. Adrian menyunggingkan senyuman kepada Serin.
“Ya Tuhan, kenapa harus bertemu lagi sama pria menyebalkan ini. Apa jangan-jangan dia salah satu putra Tuan Andre, dunia begitu sempit sampai aku harus bertemu dengan orang yang sama,” batin Serin.
Tanpa sepengetahuan mereka berdua, ada dua pasang mata yang lagi memperhatikan mereka, yang tak lain adalah Ibu suru dan Tuan Andre.
” Semoga Tuhan menumbuhkan benih-benih cinta di hati mereka berdua,” batin Ibu suri.
“Ibu suri masakannya enak banget. Tumben hari ini masak makanan western,” ucap Arya sambil menikmati mac & cheese yang di buat Serin.
“ Ini semua yang masak Serin,” ucap Ibu suri dengan bangga.
“Persis seperti makanan yang kita makan di restoran yang di Swiss ya Dad, saat kita berlibur di Swiss bulan kemarin,” ucap Tita, istri Arya.
“Bener banget Mam... Rasanya mirip banget serasa lagi di Swiss,” ucap Arya sambil tetap mengunyah makanannya. Serin yang mendengar obrolan mereka menyunggingkan senyum. Adrian yang melihat Serin tersenyum, dia semakin terpesona akan kecantikannya.
“Ya pasti sama rasanya. Pemiliknya sendiri yang masak,” ucap Ibu suri sambil tertawa melihat anak dan menantunya itu yang secara refleks terkejut.
“What......Mom....yang masak pemilik restoran terkenal yang di Swiss itu? Terus di mana sekarang orangnya?” ucap Tita penasaran.
“Orangnya sekarang duduk di sebelah mami,” ucap Ibu Suri santai. Serin yang mendengar perkataan Ibu suri menundukkan kepalanya.
“Maksud Mamu pemilik restoran terkenal dan yang memasak makanan ini Miss Carla?” ucap Tita yang masih belum percaya.
“Yes...Honey...” ucap Ibu suri meyakinkan menantunya.
“Wow... is amazing... Sebuah kehormatan bisa merasakan secara langsung makanan yang dimasak pemiliknya sendiri," ucap Tita bahagia.
“Anda terlalu berlebihan Nona dalam memuji saya,” ucap Serin dengan sopan.
“ Apa Anda mau membuat vlog makanan dengan saya? Nanti Miss. Carla pasti langsung memiliki banyak follower,” tanya Tita pada Serin dengan berharap Serin mau membuat vlog dengannya.
“Jika saya tidak sibuk Miss.Tita, karena rencananya saya cuma sebentar di Indonesia. Setelah urusan saya selesai, saya harus kembali lagi ke Swiss,” ucap Serin. Adrian yang mendengar perkataan Serin sedikit sedih. Entah kenapa hatinya tidak rela kalo Serin meninggalkannya.
“Kapan kira-kira kamu balik ke Swiss, Sayang?” ucap Ibu suri dengan raut wajah sedih. Serin tidak tega melihat raut wajah Ibu Suri.
“Jika panti asuhan saya sudah pindah di tempat yang baru Bu dan setelah pembukaan Hotel dan Resort saya yang di Bali,” ucap Serin.
“ Apa masih lama?”
“Sekitar sebulan lagi Bu, saya di Indonesia. Masih banyak urusan yang harus saya selesaikan di Swiss,” ucap Serin sambil menyunggingkan senyum. Ibu suri tiba-tiba memeluk Serin yang duduk di sebelahnya. Ibu suri seperti tidak rela harus jauh dengan Serin. Entah kenapa meskipun baru bertemu dengan Serin. Ibu suri sudah sangat menyayangi Serin, layaknya putrinya sendiri. Adrian dan keluarga melihat apa yang dilakukan Ibu suri ikut merasakan kesedihannya. Karena tidak biasanya Mommynya seperti itu dengan orang yang baru dia kenal.
“Pasti Mommy akan rindu dengan Serin,” ucap Ibu suri dengan sedih. Serin yang melihat Ibu suri sedih menangkupkan kedua tangannya ke wajah Ibu suri.
“Ibu jangan sedih, kita masih bisa bertemu. Nanti Serin kirim alamat Serin yang di Swiss. Supaya Ibu dan keluarga bisa main ke rumah Serin kalau lagi di Swiss. Pintu rumah Serin akan selalu terbuka untuk semua keluarga Tuan Andre,” ucap Serin dengan tulus dan diangguki semua keluarga Tuan Andre. Serin merasa bahagia bisa mengenal keluarga Tuan Andre yang hangat dan terlihat saling menyayangi. Tiba-tiba ponselnya bergetar, panggilan masuk dari Carlos.
Derrtt,,,,Deerrrttt,....Deerrt....
“Maaf permisi mau menganggkat pangilan telepon saya,” ucap Serin sopan.
“Silahkan,” ucap Tuan Andre.
“Hallo...Iya Carlos. Ada apa?” ucap Serin dengan suara datar dan dingin.
“Miss masalah panti asuhan semuanya sudah beres. Ibu panti dan anak-anak besok bisa langsung pindah di tempat yang baru,” ucap Carlos. Serin merasa puas dengan hasil kerja Carlos yang cepat dan tangkas.
“Kerja bagus Carlos,” ucap Serin penuh rasa puas.
“Miss besok ada yang ingin bertemu, Tuan Stevant dari Jerman mau membicarakan kerjas ama dengan perusahaan kita.
“Oh... Stevant Abraham dari Abraham Corporation. Ok... besok temani saya bertemu dengan dia. Hubungi Maria untuk mengatur tempat pertemuannya” ucap Serin sambil memutus sambungan teleponnya. Adrian sedikit kaget saat Serin menyebut nama sahabatnya Stevant Abraham yang mau bertemu dengan Serin.
” Ada urusan apa sampai Stevant mau menemui Serin,” batin Adrian dengan rasa penasaran dalam hatinya. Dia harus tanya pada Stevant. Sedikit ada perasaan cemburu yang merasuki hatinya. Adrian mungkin sedikit egois kalo menganggap Serin adalah miliknya. Padahal Serin sendiri tidak mengganggap Adrian bukan siapa-siapa.
“Maaf semuanya.... saya mau pamit pulang terlebih dahulu,” ucap Serin dengan sopan.
“Kenapa harus terburu-buru,” ucap Adrian tanpa sadar.
“Bukan urusanmu!” ucap Serin dengan ketus.
“Oh...Tuhan ternyata dia masih marah sama aku,” batin Adrian.
“Ehemm...bukannya seperti itu jangan GR dulu. Aku cuma gak tega melihat mami sedih kalo kamu pulang,” ucap Adrian mencari-cari alasan untuk berbicara dengan Serin.
Serin melihat Ibu suri dan berpamitan dengan Ibu suri dengan cara yang halus yang bisa Serin lakukan. Karena Serin takut menyakiti hati Ibu suri.
“Ibu, Serin pamit dulu yah, karena Serin harus ke panti asuhan Serin dulu untuk memberi tahu ibu panti kalau beliau dan anak-anak panti sudah bisa pindah ke tempat yang baru,” ucap Serin dengan lembut. Ibu suri menganggukkan kepala dan merengkuh tubuh Serin dan mencium keningnya dengan rasa sayang.
“Serin orang baik. Serin juga harus bahagia. Buka hati Serin untuk kedatangan cinta yang tulus untuk Serin,” ucap Ibu suri dengan rasa sayang.
“Iya Bu.... Kalau pembukaan restoran dan resort Serin yang di Bali. Semoga ibu dan keluarga bisa hadir memeriahkan acara saya,” ucap Serin dengan sopan.
“Pasti Mommy dan keluarga akan hadir. Jangan lupa sering-sering ngasih kabar mommy,” ucap Ibu Ratu seperti perintah.
“Baik Bu..” Naraya berdiri dari kursinya dan berjabat tangan dengan semua yang ada di ruangan. Setelah berpamitan Serin diantar menuju ke pintu ke luar. Saat Serin melangkah pergi secara refleks Adrian menarik tangan Serin sampai tubuhnya terbentur pada d**a bidang Adriana. Bau maskulin Adrian tercium di hidung Serin. Mereka berdua berhadapan dan tatapan mata mereka berdua saling mengunci dan Adrian mendekat ke wajah Serin, memiringkan wajahnya dan mendekat di telinga Serin membisikkan kata-kata yang membuat hati Serin sedikit tersentuh.
“Hati-hati, jangan ngebut kalo di jalan,” ucap Adrian lirih di telinga Serin sambil mencium belakang telinganya serta mencium kening Serin dengan rasa sayang. Serin masih terpaku dengan apa yang barusan dia terima. Sebelum sadar, Adrian sudah kembali ke dalam rumah.
“Eheemmm....” Tegur Ibu Ratu yang menyadarkan Serin dari keterkejutannya. Wajah Serin tiba-tiba memerah karena tersipu malu karena dilihat oleh banyak orang. Serin pamit dan langsung menuju mobilnya dengan rasa malu.
“Oh...My God.... Malu banget,” ucap Serin sambil menutup mukanya.
Serin memasuki mobilnya dan melajukannya ke luar dari rumah keluarga Aditama. Serin masih memikirkan perlakuan yang dia terima dari laki-laki menyebalkan itu. Perilaku yang manis yang membuat hati Serin sedikit terenyuh.
****
Jangan mendekat jika tak ingin terluka
Jangan berharap jika tak kuat hati
Jangan menyerah jika ingin memiliki
Jangan tinggalkan jika sudah mendekat
Jangan lepaskan jika sudah digenggam
Jangan sakiti jika tak ingin hilang
Miliki aku dengan caramu sendiri
Dapatkan aku dengan cintamu