Tepat di pukul 10.00 pagi, Dehan membereskan beberapa bahan yang akan dibawanya dan bergegas menuju ke tempat yang sudah dijanjikan. Alika berniat menemani Dehan, meskipun sebelumnya pria itu sudah melarangnya untuk ikut. Ia masih kesal dengan asistennya itu. Sejujurnya, Dehan memang tidak profesional dalam hal ini. "Biar saya temani ya, Pak." "Tidak usah!" ketus Dehan sambil terus melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil. Sementara itu, Alika terus mengekorinya dari belakang sehingga membuat pria itu terpaksa memutar tubuhnya dan menatap tajam kearah Alika, “Aku bilang tidak usah! Kau mengerti bahasa Indonesia tidak?!” Alika terlonjak kaget. "Ma-maaf, Pak." Dehan mendengus, lalu meletakkan barang-barangnya ke jok belakang mobilnya. Lalu, ia membuka pintu kemudi dan bergegas masuk un

