"Kenapa dia tidak bisa bersikap dewasa ya? Padahal usianya jauh di atas kita. Harusnya dia yang bersikap dewasa. Ini justru kebalikannya." Gerald bersandar di kursi seraya melipat kedua tangannya di d**a. Merasa bingung dengan tingkah laku Bosnya yang semakin hari, semakin terlihat kekanak-kanakan. "Apa kau akan tahan dengan sikapnya yang seperti ini terus, Alika? Aku justru sangat mengkhawatirkanmu. Bagaimana kalau sampai dia berbuat nekad padamu, hah?" Alika mendesah berat, lalu menggeleng dan menggidikkan bahu. "Entahlah, Gerald. Aku sudah terlalu pusing memikirkannya. Setiap hari, sikapnya selalu berubah-ubah dan sangat sulit untuk ditebak. Terkadang dia bisa bersikap lembut dan dewasa padaku. Dan terkadang dalam sekejap, dia bisa berubah menjadi monster yang siap melahapku. Dia marah

