Setelah kembali dari Spanyol, Leon melakukan beberapa terapi sebelum akhirnya berangkat ke Yogyakarta bersama Datan. Dengan berbekal alamat dari Kartika, mereka pergi berdua. Mereka pergi dengan menggunakan mobil milik keluarga Adinata beserta sopir pribadi mereka. “Ah, kalau kesini gue bawaannya pengen traveling,” celetuk Datan menatap keluar jendela mobil. Leon tak meresponnya dan terus berusaha menghubungi Azalea tetapi nomornya masih tetap tidak aktif. Mobil mereka memecah jalanan yang masih di guyur hujan itu. Leon mulai tampak gelisah dan tak tenang, antara senang, bingung dan juga gugup. Yah, dia gugup akan bertemu kembali dengan Azalea setelah sekian lamanya. “Santai broh, loe kayak yang lagi nahan boker.” Leon tak ingin menggubris candaan Datan yang memang ingin m

