Episode 22

4515 Words

    Pagi harinya Azalea bergegas bersama Okta untuk kembali ke Jakarta. Ibu Azalea tidak bisa ikut dan hanya menunggu kabar dari Azalea secepatnya.  Saat ini Azalea dan Okta masih berjalan menuju ke helikopter yang menunggu mereka berdua. “Ah, padahal aku belum menikmati kuliner di sini, masakan Ibu mu sangat enak,” ucap Okta. Azalea tak menggubris ucapan Okta dan fokus dengan langkahnya dan tatapan yang kosong. Pikirannya saat ini hanya terpusat pada Leon, apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Terakhir kali mereka bertemu, Leon tampak baik-baik saja. Atau adakah sesuatu atau banyak hal yang tidak Azalea ketahui. Bukankah Azalea sungguh buta dan tak tau apapun mengenai Leon.             “Perhatikan langkahmu, Cantik. Kau bisa tersandung dan jatuh kalau pikiranmu tidak ada di sini,” ucap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD