RIMA Acara malam ini benar-benar acara kesukaanku, terutama ketika malam menjelang tidur seperti ini. Sebuah acara komedi yang sanggup mengocok perutku tiap malam dan membuat mimpiku menjadi lebih menyenangkan. Semua pelawak di acara itu selalu sanggup membuatku tertawa terbahak. Kecuali malam ini. Aku benar-benar tidak mampu tertawa malam ini. Keringat dingin menetes deras di keningku ketika Endo sudah mulai memasuki kamar. Dia duduk di sampingku di ranjang sembari ikut menikmati acara yang kulihat. Sesekali dia tersenyum mendengar lawakan dan juga tingkah para pelawak di acara itu, tapi tidak denganku. Darahku langsung terkesiap setiap ada pergerakan dari tubuh Endo (berbeda dengan hati kecilku yang mulai menari salsa setiap itu terjadi. Kapan dia belajar menari salsa?), bahkan ter

