Agnia tidak henti-henti memandang kagum pada cincin berlapis emas putih yang telah melingkar dengan pas di salah satu jari manis tangannya. Ya benar, cincin itu diberikan Sanata sekitar tiga jam lalu di hadapan masing-masing orangtua mereka. Agnia tak bisa menepis jika hari ini Sanata sompret memang bersikap sedikit berbeda, lebih terlihat dewasa dan gentleman. Apalagi setelah orangtua mereka merestui rencana Sanata yang akan mengajak dirinya untuk menikah. Kadar kekerenan pemuda itu di mata Agnia semakin bertambah, meski tidak banyak. Pokoknya hanya sedikit. Dia pun enggan berlebihan karena tak ingin terlalu hanyut dengan pesona Sanata. Mereka belum menikah, alasan utama Agnia mengontrol perasaan terhadap pemuda itu. Memanglah harus demikian agar tidak memiliki harapan muluk-muluk. "Ag

