17

1060 Words

"San…," Agnia memanggil dengan intonasi cukup pelan, namun diberikan penekanan dalam. Ditatap sosok sang calon suami kian lekat, tanpa berkedip. Reaksi Sanata? Tidak ada. Bukan dirinya yang tak peka akan perubahan raut pria itu. Memang benar tidak tampak sama sekali. Dia sudah meningkatkan intensitas tatapan. Jadi, tak akan sampai terlewat respons yang ditunjukkan oleh Sanata kepadanya. Agnia pun sangat yakin bahwa pria itu mendengar dengan jelas panggilan darinya, walau dialunkan tak kencang. Hanya saja memang Sanata sengaja mengabaikan karena tengah asyik akan aktivitas sendiri yang dilakukan. Walau demikian, dia pastinya mencoba kembali sampai Sanata bereaksi. "San…," panggil Agnia lagi. Suaranya lebih dibuat keras. Tatapan yang lekat pun belum berkurang. Tentu, tanggapan dari Sanat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD