"Terima kasih, Hyang Widhi," gumam Agnia dengan penuh kesungguhan, walau suara tak cukup kencang. Kedua mata terpejam. "Terima kasih Hyang Widhi sudah lancarkan semua proses persalinan hamba dan anak laki-laki kami dengan selamat." Agnia pun lanjutkan lantunan doanya secara khusyuk. Beberapa detik kemudian, kelopak mata dibuka. Lebih tepat, setelah merasakan jika tangan kanannya mendapatkan genggaman yang kuat. Agnia menolehkan kepalanya ke samping kanan guna dapat melihat sosok Sanata. Sambutan senyuman hangat didapat dari pria itu. Membuat desiran aneh dalam diri Agnia. Jantungnya berdebar kencang. Memang sudah tiga bulan terakhir perasaan yang dimiliki pada Sanata benar-benar berubah. Bukan sekadar sebagai sahabat baik lagi. Namun, sudah memberikan hati secara penuh. Telah berkomitme
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


