Haikal menghentikan mobil di depan pintu pagar rumahnya. Setelah membunyikan klakson dua kali, seorang wanita mungkin sebaya amakku di kampung berlari kecil dari arah pintu depan menuju pintu pagar. Dia membukakan pintu pagar kemudian mundur beberapa langkah supaya mobil Haikal bisa masuk. "Ayo," kata Haikal setelah mematikan mesin mobilnya. "Kalau ditanya aku siapa kamu, aku jawab apa?" tanyaku. Haikal tersenyum tertahan lalu menjawab, "bilang apa adanya aja." Kemudian dia keluar mobil sambil menahan senyumnya. Aku hanya bisa mendesah pasrah lalu menyusul Haikal keluar dari mobil. Dugaanku benar, wanita yang aku tahu bernama Bu Asih itu menanyakan aku siapanya Haikal setelah kami berkenalan di luar tadi. Untungnya Haikal mengajakku masuk rumah sebelum aku sempat menjawab pertanyaan Bu

