Terbuka

1728 Words

Pukul sepuluh Gadis dan Tisa tiba di rumah keluarga Wulan. Perempuan bernama Tarisa si tukang sinis itu yang membuka pintu. Sama seperti pertemuan pertama, muka Tarisa tetap saja tak bersahabat. Bukan menyilakan tamu masuk, malah melotot tajam. "Ngapain ke sini? Emang kamu pikir ini rumah kakakmu yang seenaknya bawa masuk keluarganya?" "heh eleh, kau nih macam bukan manusia je. Sebab manusia tu ye, hormatin tamu. Siapa-siapa je tamu tuh. Kenal maupun tak, janganlah kau bertindak macam ni." Gadis meringis mendengar omelan temannya. Dia menarik-narik tangan Tisa agar tak mengatakan apa pun. Biarkan saja tuan rumah ini mengomel dan mengumpat sesuka hati. Takutnya malah berimbas pada ketenangan sang kakak yang tinggal di rumah ini. "Jangan kau tarik-tarik saya, Gadis. Biar saya kasih aja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD