Pukul dua dini hari Gadis terbangun oleh dering ponsel. Padahal dia baru tidur pukul dua belas. Artinya baru dua jam, tapi sudah dibangunkan oleh orang tak tahu aturan. Salahnya juga karena tidur tanpa menonaktifkan benda keramat tersebut. Sambil mengusap-usap mata, Gadis meraih ponsel yang diletakkan di meja kecil samping ranjang. Tanpa melihat siapa yang menelepon, dia geser ke atas ikon telepon warna merah. Dering pun terhenti. Belum sempat menekan tombol power, ponsel kembali berdering. Gadis membuang napas, lalu melihat si penelepon. Nama Aksa tercetak di sana. "Ada apa sih, Mas? Ini baru jam dua lho." "Kamu udah tidur, ya?" Pertanyaan Aksa yang membuat sudut kiri Gadis terangkat dan rasanya ingin menggigit si penanya. "Enggak. Ini baru main bola. Yailah, tidur. Sekarang dah jam du

