Jadi Sopir

1759 Words

"Masih marah?" tanya Santi dengan senyuman menggoda ketika mereka telah berada di kamar hotel. Tak ada senyuman yang menghias bibir sang suami membuatnya perlu menormalkan keadaan. "Ya dan aku tidak ingin membahas apa pun sekarang," jawab Ivan datar. Sungguh, laki-laki berambut cepak itu benar-benar tak habis pikir dengan pola pikir Santi. Malah seenaknya berbicara tentang kematian semudah membalikkan telapak tangan. Siapa pun yang bernyawa pasti menemui namanya kematian. Namun, haruskah dibicarakan seperti dikatakan Santi itu. Itu merupakan kata-kata keterlaluan meski mengandung harapan besar yang menjadi mimpinya. "Baiklah. Sebaiknya kamu tidur. Aku enggak akan ganggu." Santi menarik koper dan memindahkan barang-barang ke lemari. Rencananya mereka selama seminggu di negeri ini. Wakt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD