Satu minggu setelah nikah, Ivan sudah memboyong Santi ke rumahnya. Rumah yang dulu dia tempati bersama Gadis. Tidak ada foto Gadis yang menggantung. Karena memang mereka tak memiliki kenangan seindah itu. Hanya ada satu lukisan karya Jania yang terpajang di samping TV. Lukisan wajah Gadis yang tersenyum renyah. Pertama kali melihat lukisan itu, Santi terpaku di hadapannya. Dengan mata memukai, dia belai lukisan tersebut. "Apa ini Gadis?" "Ya. Maaf. Itu lukisan Jania. Jadi, aku tidak akan menyimpannya. Kamu keberatan?" Santi berdecak. Tidak suka Ivan selalu meminta maaf jika ada pembahasan yang berkaitan dengan Gadis. Padahal sudah berulang kali Santi mengatakan bahwa dia malah senang membahas Gadis dan tidak mempermasalahkan apa pun terkait perempuan muda itu. Mau bahas masa lalu a

