"Gab, kami turun di stasiun saja. Mau balik ke flat," seru Aksa. Tak berniat melanjutkan rencana jahatnya lagi. Kasihan Wulan kalau stres. Biar saja dia simpan rahasia itu sampai dibawa mati. "Lho, kenapa? Wulan juga masih ingin kangen-kangenan dengan adiknya." "Pulang aja, Mas. Kasihan Mas Aksa capek. Nanti kalau libur kuliah, aku datang lagi. Boleh kan, Mbak?" "Boleh. Malah Mbak bakal paksa kalau kamu enggak datang lagi. Biar kami antar saja ke flat, ya. Mau tahu juga alamatnya biar nanti Mbak bisa datang kalau mau antar sesuatu buat adik Mbak yang manis ini." Bahagia menghias indah hati seorang Gadis. Senangnya bisa bersua kembali dengan kakak tercinta. Entah di mana sekarang dua kakaknya yang lain. Gadis tidak terlalu pedulikan mereka. Toh, hubungan mereka memang seperti orang a

