Selama perjalanan kembali ke stasiun semula, Aksa tidak berbicara sama sekali. Dia duduk bersandar sambil main ponsel. Sesekali terdengar tarikan napasnya yang kasar. Sesekali berdecak, lalu mengusap wajah. Entah apa yang sedang dia dipikirkan hingga terlihat begitu kacau. Gadis diam saja. Tidak ingin bertanya apa pun sampai orangnya sendiri yang membuka mulut. Namun, tidak ada kata-kata apa pun hingga mereka tiba di sebuah kompleks perumahan. Gadis hanya mengikuti ke mana pun Aksa melangkah. Rupanya Aksa berjalan sambil memperhatikan Maps. Dia berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar. Halamannya pun begitu luas. "Masuk dan tanyakan, apa benar ini rumahnya Wulan!" seru Aksa dan ditanggapi Gadis dengan anggukan pelan. Perempuan muda itu berjalan masuk ke halaman sambil mikir. Kal

