Kembali Berharap

832 Words

Kembali Berharap Sean menggeram kesal seraya mengepalkan tangan dengan erat. Setelah itu, menyugar rambutnya kasar dan .... "Menyebalkan!" umpatnya kemudian, sebelum melenggang pergi begitu saja, meninggalkan Ina di pusara sang Mama. Awalnya, Ina hanya mengerjap bingung melihat itu. Terdiam seraya mengikuti langkah Sean dengan ekor matanya. Namun, saat Melihat Sean tiba-tiba berhenti melangkah, dan meliriknya cepat. Glek! Tanpa sadar, Ina pun menelan salivanya kelat. Bersiap menerima makian apa pun yang akan dimuntahkan pria itu lagi. "Mau sampai kapan kamu disana? Katanya mau pulang?" tanya Sean dengan suara yang lebih rendah dari sebelumnya. Kembali, Ina mengerjap bingung di tempatnya, sebelum kemudian tersenyum manis saat mengerti maksud Sean. "I-iya, Pak," sahut Ina dengan rian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD