Sakit"Pagi, Den." "Pagi," sahut Sean dengan ramah, seraya menghampiri pembantu senior di rumahnya, yang sedang menata sarapan pagi ini di meja makan. Saat baru saja sampai, mata Sean tiba-tiba melirik ke dapur, tepatnya ke kursi bar, tempat dimana Ina biasa duduk sambil menemani Mbok Darmi memasak. Anehnya, hari ini kursi itu kosong, dan .... kemana gadis itu? "Non Ina sepertinya tidak bisa menemani Aden sarapan pagi ini." Mengerti akan apa yang dicari sang majikan muda. Mbok Darmi pun menjelaskan tanpa harus ditanya terlebih dahulu. "Kenapa?" tanya Sean, entah sadar atau tidak, seperti sangat penasaran dengan keterangan Mbok Darmi barusan. "Non Ina sakit, Tuan." "Sakit?" Beo Sean, lebih cepat dari yang dia sadari. "Iya, badannya panas sekali tadi pas saya cek. Menggigil juga meski

