Seluruh rapat hari ini sudah selesai. Tugasku mengenai administrasi kantor juga sudah selesai karena itu aku dan Pak Kastara saat ini bergegas untuk keluar dari gedung kantor lalu masuk ke dalam mobilnya.
Seperti keinginannya kemarin, dia mau main ice skating. Aku yang masih berada dalam jam kerja, tidak bisa menolak. Lagi juga, memang aku enggak mau nolak. Aku ingin main ice skating juga sama pria ini. Hehe.
"Itu, ambil," ucap Pak Kastara saat kami berada di dalam mobil, "paperbag-nya. Ambil," ucapnya sambil menunjuk ke arah belakang kami.
Aku langsung menoleh ke arah yang dia tunjuk lalu mengambil paperbag dengan logo merek pakaian terkenal. "Buat kamu. Nanti di sana dipakai ya," ucapnya lagi.
Aku membuka isinya. Di sana ada dua jaket tebal, keduanya berwarna biru. Aku kira Pak Kastara akan membelikan yang sama persis dengan gambar yang dia kirimkan kemarin. Namun, nyatanya tidak. Hanya model jaketnya saja yang sama.
"Ada dua, Pak? Di-double pakainya?" tanyaku yang langsung mendapatkan respons gelengan kepala darinya.
"Saya satu. Kamu satu."
Aku tersenyum tipis.
Couple-an, ceritanya.
"Model dan warnanya sama, Pak?" tanyaku sambil mengamati kedua jaket ini yang tidak begitu terlihat bedanya.
Dia mengangguk lalu menumpukan satu kakinya. "Iya. Hanya beda ukuran. Kamu yang ukurannya lebih kecil, saya yang ukuran lebih besarnya."
Senyumku tertarik lebih lebar. Aku meletakan kembali jaket itu ke dalam paperbag lalu terdiam sambil menatap ke arah depan.
Sesampainya di arena ice skating. Aku dan Pak Kastara sudah sama-sama memakai jaket yang tadi dia belikan dan tidak lupa memakai sepatu khusus ice skating. Dia sudah masuk ke arena duluan, sedangkan aku masih berada di luar. Aku jadi mendadak takut. Takut tubuhku enggak seimbang dan akhirnya aku terjatuh. Mungkin sakitnya enggak seberapa, tapi malunya
"Bapak, ih. Takut. Saya enggak jadi main deh. Lihatin Bapak aja," ucapku dengan merengek.
Pak Kastara menggeleng lantas dia mengulurkan tangannya. "Sini tangan kamu. Saya pegangin," aku hanya terdiam, tetapi dia kembali mengulurkan tangannya lebih dekat denganku, "sini tangannya, Gia," ucapnya lagi.
Dengan ragu akhirnya aku mengulurkan tanganku lalu kami saling berpegangan erat. Dia menuntunku untuk masuk ke dalam arena ice skating. "Bapak, jangan jauh-jauh."
"iya, enggak jauh-jauh." Dia terus menuntunku lalu beberapa langkah kemudian, dia berhenti, "coba seimbangkan dulu tubuh kamu."
Aku menggeleng dengan cepat. "Enggak bisa, Bapak."
"Bisa. Saya pegangin."
Aku mencoba menyeimbangkan tubuhku. Setelah mulai seimbang, Pak Kastara dengan perlahan-lahan melepaskan tautan tangan kami. Sebelum benar-benar terlepas, aku langsung mengenggam tangannya lebih erat. "Bapak, tangannya jangan dilepas."
"Kamu enggak akan jatuh. Kan udah seimbang."
"Tapi takut," cicitku.
Dia tersenyum tipis lalu tangannya bergerak mengelus rambutku. "Yaudah. Saya enggak akan lepas pegangannya," dia menujuk ke arah tengah, "ayo ke sana," ajaknya.
Aku mengangguk lalu dengan tangan yang saling bertautan kami ke sana. "Dingin, nggak?" aku menggeleng.
Pria itu tersenyum tipis membuat ketampanannya naik beberapa persen. "Kalau dingin, saya peluk."
Aku terkekeh pelan. "Apa sih."
"Serius."
Aku mendadak terdiam dan pura-pura tidak mendengar. Hatiku berdegup kencang. Perasaan asing, tapi menyenangkan langsung terasa di hatiku.
Aku kenapa?
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap di k********a!
Bagi yang ingin baca cepat, bisa diakses di sana ya, Luv!
Terdiri dari:
- Full e-book Mr. Controller and Me (54 Part ; 181 Halaman)
- Bagian Tambahan versi podcast/audio [Eksklusif di k********a]
Hanya dengan Rp29.000 kalian bisa akses semuanya tanpa menunggu
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ E-book _ Mr. Controller and Me _ TheDarkNight_)
3. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
4. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".