Kamu, saya seriusin

587 Words
Setelah puas bermain ice skating, Pak Kastara mengajakku untuk makan di sebuah restoran masakan Jepang. Dia memasan sashimi, sedangkan aku memesan ramen. Pria itu tampaknya sangat lapar, sampai-sampai sudah dua porsi sashimi dia makan dan baru saja dia pesan satu porsi lagi. Aku menatapnya heran, itu ikan mentah loh, masa langsung dimakan begitu aja. Enggak amis apa ya. "Kenapa?" tanyanya tiba-tiba. Aku menggeleng lalu mengaduk ramenku yang menyisakan sedikit lagi isinya. Fokus kami langsung teralih saat pelayan restoran datang dan memberi pesanan Pak Kastara. Aku menatap pria itu lagi, dia sedang menuangkan kecap asin di atas ikan itu. "Kenapa, Gia Anggita?" Aku menggeleng lagi, "mau?" tanyanya sambil mendekatkan makannya ke arahku. "Enggak, Pak." "Rasanya enak." "Enggak, Pak. Amis," ucapku sambil mengambil ramen lalu bersiap untuk dimasukan ke dalam mulutku. Tiba-tiba Pak Kastara menahan tanganku lalu mendekatkan kembali sashimi miliknya. "Coba dulu," dia tersenyum tipis, "saya suapin." Aku menggeleng lalu menjauhkan wajahku. "Amis, Pak. Enggak suka." Pak Kastara mendekatkan piring kosong bekas sashimi sebelumnya ke arahku. "Kalau enggak suka, muntah di sini." Ya, ampun. Siap siaga banget ya. "Tangan saya pegal nih, Gia. Coba dulu, kalau enggak suka, gapapa." Aku terdiam sebentar lalu menerima suapannya. Aku mengunyah makanan itu dan menghayati rasanya. Amis sih, tapi enggak terlalu. Aku masih bisa menerimanya. "Bagaimana?" tanya Pak Kastara masih dengan senyum tipisnya, "enak kan?" aku mengangguk kecil. "Mau lagi?" Dia bersiap untuk mengambil potongan ikan. "Suapin lagi, Pak?" "Iya. Biar cepat." Dia menuangkan kembali kecap asin di atasnya. "Yang banyak, Pak. Kecap asinnya." Dia melirik ke arahku lalu berdeham. Dia menuruti kemauanku dengan menambah lebih banyak kecap asin. Setelah itu dia menyuapkan potongan ikan segar itu ke mulutku dan aku dengan sigap langsung menerimanya. Aku mengunyah sambil terus menatap Pak Kastara. Pria itu juga membalas tatapanku tidak kalah lekat. "Gia," panggilnya dengan wajah lebih serius. "Punya pacar?" tanyanya tiba-tiba. Aku buru-buru menelan sashimi itu lalu meminum airku. "Kalau kamu punya pacar. Bilang sama pacarnya, mau serius atau enggak? Kalau main-main, mendingan sama saya aja. Kamu, saya seriusin." Ucapannya itu loh, terdengar santai, tapi maknanya dalam. Aku mengedipkan mataku beberapa kali, mencoba menenangkan jantungku yang berdegup kencang. "Gia. Saya suka kamu," dia meletakkan sumpit di atas piring lalu kembali menatapku, "bukan hanya sekedar suka-sukaan anak SD. Mungkin juga bahasanya bukan suka, tapi lebih dalam daripada itu. Kalau saya bilang cinta, sepertinya terdengar lucu mengingat kita yang belum lama dekat." Aku mengigit bibir dalamku. Gugup banget. Enggak tahu mau jawab apa. "Gia. Saya lagi nembak kamu ini." Aku menumpukan kepalaku di atas tangan. "Bapak," dia menatapku lebih lekat, "ini bohong-bohongan?" tanyaku serius, tetapi langsung mendapatkan helaan napas frustrasi darinya. Kan aku mau nanya dulu. Cerita ini sudah tersedia versi lengkap di k********a! Bagi yang ingin baca cepat, bisa diakses di sana ya, Luv! Terdiri dari: - Full e-book Mr. Controller and Me (54 Part ; 181 Halaman) - Bagian Tambahan versi podcast/audio [Eksklusif di k********a] Hanya dengan Rp29.000 kalian bisa akses semuanya tanpa menunggu Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ E-book _ Mr. Controller and Me _ TheDarkNight_) 3. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. 4. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD