Chapter XIV

1213 Words

Mentari pagi terasa hangat, menerawang di antara celah dedaunan yang basah oleh hujan semalam. Pangeran bergerak dalam tidurnya dan merasa sesuatu yang berat membebat tubuhnya. Wajah yang semula bingung itu berubah merekah penuh senyum ketika menyadari siapa yang tengah rebah di d**a. Elzio mengelus lembut rambut Zianka. Senyumnya semakin lebar menyadari jika apa yang terjadi semalam rupanya bukan sebatas mimpi maupun halusinasi. Tubuh Zianka menggeliat, Elzio berpura-pura kembali tidur. Mengintip melalu celah di bawah bulu matanya, ia melihat wanita itu tampak terkejut, bahkan mengetuk kepalanya sendiri.  Bergerak pelan untuk meninggalkan pangeran, untuk kemudian tangannya tertahan oleh pegangan Elzio. Musnah sudah harapan Zianka agar keberadaannya tidak disadari pria itu. Mata hazel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD