BAB 1
Namaku Jade Vine Laksamana. Unik kan?? Mungkin kalian asing dan banyak yang tidak tau. Tapi Jade Vine adalah nama sebuah bunga yang tumbuh di Filiphina. Tapi sayang nama secantik itu tidak sama sepertiku. Aku anak bungsu dari tiga bersaudara. Aku punya 2 orang kakak laki-laki yang usianya tak jauh dariku. Dan Seorang Ayah pengusaha. Jadi dapat disimpulkan kalau aku ini masih dari keluarga berada. Ah, kalian pasti bertanya tentang Ibuku. Dia sudah meninggal sejak melahirkankanku. Jadi, Papa dan kakakku sangat membenciku. Menurut mereka aku penyebab meninggalnya mamaku. Pemikiran mereka sungguh dangkal.
Para Kakakku sangat suka membullyku atau melemparkan kesalahannya kepadaku. Pokoknya saudaraku itu tidak sama seperti saudara diluar sana. Ayahku sendiri juga tidak memperdulikanku. Dia hanya suka memarahiku jika aku membuat para kakakku kesal selain itu dia lebih suka mengabaikanku.
Tapi, setelah 18 tahun aku hidup aku akhirnya memiliki seorang teman. Namanya Claudia. Aku kenal dia dari kelas Statistika yang aku ikuti. Ini adalah 2 tahun perteman kita. Yang artinya saat ini usiaku sudah mencapai angka 20 tahun.
Claudia adalah seorang gadis yang sangat ceria selain itu dia juga bekerja sebagai Editor Novel dan seorang penulis. Dia sering menulis Novel di blog atau akun seperti w*****d. Dia sering mempromosikan ceritanya padaku tapi aku tidak pernah membacanya. Bukannya aku tidak menghargainya tapi, aku tidak suka membaca novel. Aku lebih suka nonton filmnya. Jadi, aku berkata jika novelnya sudah di filmkan baru aku akan membacanya.
Doaku sepertinya cepat terkabul. Karena hari ini dia tersenyum lebar mendatangiku di kantin. Dia memberikanku Novel dan sebuah undangan. Aku membaca undangan tersebut. Undangan gala premiere film tersebut.
“Pokoknya harus baca terus besok dateng kesini!!” pintanya dengan tersenyum ceria.
“Oke.., Nggak ada pilihan lain kan?” tanyaku.
Dia menggembungkan pipinya.
“Hei... Beberapa adegan terispirasi dari kisah lo tau!! Tapi ya gitu gue buat lebih dramatis!”
“I Know. Lo udah bilang seratus kali sampe gue hafal!” jawabku.
Yah.. Claudia selalu menceritakan novel yang dia tulis. Dan ketika dia mengulanginya sampe 2 kali. Maka aku akan hafal.
Aku membaca judulnya Villain and Cinderella. Sebenarnya aku tidak terlalu penasaran. Aku juga bisa menebak ending-nya. Pasti ini kisah kerajaan gitu. Si Cinderella di siksa keluarga tirinya. Pasti gitu.
“Gue baca waktu gue pulang ntar.” kataku.
Dia tersenyum bahagia dan memintaku berjanji untuk memberikan komentar tentang novelnya ini. Aku pun berjanji.
Setelah itu aku kembali kelas dan tak lama aku pulang. Rumahku besar dan mewah. Tapi didalam rumah ini meskipun aku kesepian aku lebih menyukainya. Itu artinya kakakku tidak akan menganggguku. Meskipun usianya sudah 28 dan 25 tahun. Mereka masih suka untuk berbuat jahat denganku.
Aku masuk kedalam kamarku lalu membaca novel tersebut sesuai janjiku.
Villain dan Cinderella.
Isinya sangat berbeda dari yang kupikirkan sebelumnya. Aku tersenyum membacanya. Claudia terlalu berkhayal. Cerita ini berada di dunia fiksi yang diciptakannya. Nama negara atau kota tak pernah ia temukan di peta dunia. Pokoknya di novel ini ada 5 keluarga yang sangat kaya dan terkenal. Aldenbrug, Heiden, Dominique, Ludwig, dan Este.
Aku menghel nafas. Kenapa nama keluarga di novel ini sangat susah disebut. Astaga Claudia, mentang-mentang ingin punya pacar bule jadi nama tokoh novelnya dibuat ke Barat-Baratan.
Aku melanjutkan membacaku. Dan disini aku mulai kesal dengan tokoh antagonisnya yang bernama Alegria Millian Dominique. Menurutku dia sangat tidak bersyukur. Alegria diberkahi kecantikan yang luar biasa memikat setiap orang yang memandangnya. Kulitnya seputih s**u, bibirnya merah alami dan memiliki rambut panjang bewarna hitam dan mata sebiru batu Safir. Ia juga memiliki keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Tapi sayang, dia bodoh karena cinta. Alegria sangat mencintai Ziel Heiden.
Ziel Heiden adalah sahabat Alegria sejak kecil. Oleh karena itu ia selalu mencap Ziel sebagai miliknya. Tapi sayang Ziel mencintai sang protagonis Deby. Alegria yang sangat tergila-gila dengan Ziel tidak terima jika laki-laki yang disukainya menyukai perempuan lain. Terlebih Deby hanyalah anak dari panti asuhan yang asal usulnya tak jelas. Alegria berusaha menjebak, mencelakai, dan berniat membunuh Deby. Tapi, semuanya di gagalkan oleh Ziel dan tokoh pendukung lainnya yang mencintai Deby. Alegria pun mulai mempunyai julukan karena sikapnya yang terlalu mendamba Ziel. Si bodoh Alegria, Alegria si p*****r, Penjahat, Penyihir. Si Gila Alegria.
Deby digambarkan sebagai orang yang cantik dan manis. Dia punya rambut pirang yang cantik serta mata yang bewarna abu-abu. Dia gadis baik hati yang polos. Karena kepolosan dan senyumnya yang manis banyak orang yang jatuh cinta padanya. Deby secerah matahari dan Alegria segelap malamnya langit.
Akhirnya kebusukan Alegria terungkap. Orang-orang yang mencintai Deby mulai membalas Alegria dan berlomba-lomba ingin membunuhnya. Eric Este berusaha membunuhnya dengan meracuninya. Tapi sayang, Alegria lolos dari maut. Dia kemudian dijual oleh kakak pertamanya ke kakek-kakek m***m yang suka melakukan kekerasan. Setelah mengalami siksan dan pelecehan yang berat Alegria berhasil kabur. Tapi sayang Ziel orang yang dicintainya menangkapnya dan membuatnya di penjara. Ziel ingin Alegria mati membusuk dalam penjara. Tapi, kakak keduanya menebusnya dan mulai menyiksanya. Ia ingin menyiksa Alegria sampe mati. Akan tetapi Alegria diselamatkan oleh Deon Pelayan pribadinya.
“Kenapa membawaku kesini?? Kau ingin menyiksaku juga?” Tanya Alegria hampa. Sudah tidak ada kehidupan lagi dimatanya.
“Nona..., Mana mungkin saya melakukan hal tersebut. Saya tau ini tidak pantas tapi saya, sangat mencintai anda.” ucapnya yang kemudian menunduk di dalam pangkuan Alegria. Ia menggenggam tangannya dan kemudian menatap Alegria penuh cinta.
Alegria tertawa menghina.
“Cinta?? Kau mencintai penjahat sepertiku?? Lucu sekali!!”
“Bagi saya anda bukanlah penjahat. Anda sangat baik bahkan kepada saya yang rendahan ini. Saya sangat mengenal nona. Nona hanya merasa kesepian dan lelah.”
“Aku ti-”
“Berhenti berbohong nona. Saya tau anda kesepian dan lelah. Tuan Ziel yang peduli pada anda melupakan nona. Saya tau nona marah. Selama ini hanya tuan Ziel yang menghibur nona. Nona harus berpura-pura tegar ketika menghadapi siksaan dari kedua kakak nona dan ibu tiri nona. Saya tau selama ini nona menderita batin karena mereka tapi nona harus berpura-pura baik di depan banyak orang. Tapi, asal nona tau. Saya juga sangat peduli kepada nona. Saya selalu mengharapkan kebahagiaan nona. Nona tenang saja. Saya akan membawa nona pergi dari negara ini dan membuat nona bahagia.” ucapnya sungguh-sungguh.
“Saya tau nona hanya ingin dicintai dan di perhatikan.”
Untuk pertama kalinya air mata Alegria menetes setelah sekian lama. Ia terisak. Apa yang dikatakan Deon memang benar. Dia tersiksa tinggal dengan ibu dan kakak tirinya yang selalu menyiksanya secara langsung atau verbal hanya karena dia anak selingkuhan ayahnya. Tapi Ziel selalu mendukungnya. Ziel yang ia anggap pahlawan dan miliknya malah meninggalkannya demi wanita lain. Alegria marah. Ia fikir jika ia menyingkirkan Deby, Ziel akan kembali. Tapi, Kakak, orang tercintanya, dan masih banyak lagi sangat mencintai wanita itu.
Brakk...
Alegria dan Deon melihat ke sumber suara dan
Dor...
Alegria menutup mulutnya. Deon jatuh dengan darah yang mulai merembes keluar. Alegria bangun dari duduknya dan mulai menyentuh wajah Deon.
“Deon..,” panggilnya gemetar.
“Lari Nona.. Anda harus hidup.”
“Enggak... Aku nggak mau!” ucapnya dengan air mata yang mengalir deras.
“Lari Nona. Jangan pedulikan saya!” katanya sembari tersenyum dan mengusap air matanya. Alegria menggeleng. Ia lalu menatap orang yang menembak Deon.
Rainer Ludwig tokoh utama ketiga laki-laki dan Deby. Alegria lalu bersujud di kaki Deby. Ia meminta ampun dan maaf. Tapi Deby malah menendangnya kasar dan ia memeluk Rainer.
Alegria menatapnya syok. Setaunya Deby orang yang baik dan lemah lembut selain itu dia juga menjalin hubungan dengan Ziel. Lalu apa yang dilakukan oleh Deby saat ini??
Deby menatap Alegria rendah dengan senyum meremehkan. Alegria terperangah. Senyum itu...
Deby menunduk lalu menyentuh rambut Alegria. “Si Gila Alegria sang penjahat akan mati dan Deby sang Cinderella akan naik ke peringkat atas.” bisiknya. “Terimakasih telah mempelancar rencanaku dengan baik, Bodoh!” ejeknya.
Alegria yang mendengarnya marah. Ia lalu tertawa bak orang gila dan mencekik Deby. Reiner yang melihatnya tak terima ia menendang Alegria lalu menembaknya berulang kali hingga mati. Sebelum ajalnya, Alegria ingin sekali menyentuh tangan Deon tapi tangannya tak sampai kepada laki-laki itu.
Aku lalu melempar Novel itu kesal dan terisak. Kenapa akhir sang hidup Antagonis begitu menderita. Claudia sialan!! Jadi ini yang dia maksud dengan mengambil beberapa kisahku untuk novelnya.
Harusnya judulnya bukan Villain dan Cinderella tapi Si Bodoh Alegria. Lagipula kenapa sahabatnya kejam sekali menulis novel seperti ini!! Bukannya kebaikan selalu menang, tapi Kenapa Alegria malah tersiksa sampai mati. Harusnya perempuan itu pergi saja dari rumah.
Aku mengambil buku itu kembali lalu membacanya lagi. Kali ini ia lebih memperhatikan si antagonis Alegria daripada Deby. Akhirnya aku mengerti kenapa Alegria bersikap seperti ini.
Ah.. s**t!! Dasar Claudia sialan!!!