BAB 94

1804 Words

Viorel merasakan perasaan buruk ketika tidak melihat nonanya dimanapun. Ia mendekati Ziel dan bertanya dimana Alegria. Ziel berkata bahwa Alegria tadi mengejar seorang wanita. Viorel berlari kesegala penjuru rumah mencari Alegria. Dan alangkah terkejutnya dia ketika hujan tiba-tiba turun. Perasaannya semakin tidak enak. Sampai ia mendengar suara tangis dan melihat cairan merah yang terbawa air hujan. Ia melihat Alarick yang menangis sembari memeluk Alegria yang penuh dengan darah. Viorel mendekatinya. Alarick memeluk Alegria erat sekali. Viorel langsung terjatuh. Alegria sudah tidak bernafas. Beberapa roh datang dan ikut mendekati Alegria. “Selene,” Alarick melepaskan pelukannya. Mata birunya berubah hitam. Ia mencekik roh yang ia tugaskan untuk menjaga Alegria. Bisa-bisanya mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD