"Makanya cepet-cepet punya anak biar ada temennya, sekalian cucu juga buat ibu." Rani tertawa sedangkan Sinta menjadi salah tingkah mendengarnya. "Eh hehe iya bu, doakan saja." Ucap Sinta akhirnya, ia tak enak jika mertuanya ia abaikan "Iya ibu doakan, pastinya. Ibu doakan semoga usaha kalian akan membuahkan hasil yang baik, sholeh, sehat dan tentunya itu membuat ibu senang karena mempunyai cucu." Sinta mengangguk. "Sinta, ini udah siang ya. Kita siapin makan siang yu." Ajak Rani setelah lama bercocok tanam dengan menantunya, Sinta mengangguk. Kemudian Sinta dan Rani pergi bersiap-siap. "Kita mau masak apa bu ?" Tanya Sinta setelah berada di dapur Rani tampak berpikir "Kita masak makanan kesukaan Ramdan aja yu, Ramdan suka sekali terong balado." Sinta tersenyum kemudian menganggu

