AUTHOR POV "Maaf" Ujar Sinta menundukan kepalanya dalam Tiba-tiba Ramdan berhenti memijit kaki Sinta "Sudah, ini nanti juga sembuh. Kamu mau makan ?" Sinta mendongkak dan tampak cengo atas perkataan Ramdan. "Kamu belum boleh berjalan, istirahat saja dulu. Tapi kamu belum makan jadi saya tanya, kamu mau makan ? Biar saya ambilkan." Sinta masih tak bergeming, menatap Ramdan dengan mata yang berkedip berkali-kali "Atau mau saya gendong lagi ke bawah ?" Tanya Ramdan dengan wajah polosnya "Eh, engga kamu aja makan. Aku bisa nanti." Akhirnya Sinta menjawab "Kamu juga harus makan Sinta." Ucap Ramdan terjeda "Saya ambilkan." Lanjutnya Entah mengapa namun Sinta merasa benar-benar aneh dengan sikap Ramdan, ia merasa takut namun merasa terlindungi dalam waktu yang bersamaan. Entahla

