Tak terasa sudah satu jam mereka – Sinta dan Ramdan menonton televisi Bersama, sesekali Ramdan bertanya kepada Sinta "Duduknya mau ganti ?" "Nyaman engga ?" "Mau keripik juga ?" "Mau minum ?" "Kamu ngantuk ?" "Kakinya masih sakit ?" "Mau makan lagi ?" "Kakinya mendingan ?" Dan SInta hanya mampu menjawab setiap pertanyaan dari Ramdan dengan sepatah atau dua sampai tiga kata. Apakah Ramdan tidak menyadari bahwa Sinta merasa sedikit risih ? Bukan, bukan risih yang bagaimana. Hanya saja, perlakuan seperti ini dianggap tabu bagi Sinta. Terlebih lagi lawan mainnya adalah Ramdan, yang notabenenya seseorang yang dibencinya. "Kamu sakit gigi ?" Tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut Ramdan, Sinta menoleh dan mengangkat alisnya seakah bertanya apa ? "Kenapa kamu diam s

