Ketika bahunya dipijit, sesekali Ramdan memulai obrolan agar Sinta tidak berdiam diri dan merasa ada kecanggungan diantara mereka. Namun tetap sama hasilnya, obrolan selalu berhenti di Sinta. Setengah jam berlalu Ramdan menghentikan Sinta. "Sudah Sinta, tolong pijitkan kepala aku saja." Sinta menghentikan pijatannya, Ramdan bangkit dan memakai bajunya. "Hmm, Ramdan." Panggil Sinta. "Ya ?" Tanya Ramdan. Dengan ragu Sinta menepuk-nepuk pahanya, seakan paham dengan maksud Sinta, Ramdan kemudian memposisikan kepalanya diatas paha Sinta. Tangan Sinta dengan terampil mulai memijit kepala Ramdan. Hingga tak terasa Ramdan tertidur dengan lelapnya. Adzan ashar berkumandang, Hendra yang tak melihat anaknya keluar kamar bertanya kepada Sinta yang tengah berbincang dengan Rani. "Sinta, s

