"Lo tau Ramdan ?" Sinta menatap tajam Ramdan, "Gue udah ga takut sama lo. Gue mau kita cerai." Hening beberapa menit "Sinta," Ramdan mulai bersuara, menghadapi Sinta yang tengah berapi-api didalam hati. "Aku sayang kamu." Jantung Sinta seakan berhenti berdetak, mulutnya bungkam, tubuhnya kaku dan tidak bisa lagi merasakan sesuatu. "Aku sayang kamu, Sinta." Ramdan mulai berjalan mendekat. "Ale bukan memihak aku, dia tetap teman kamu. Tapi dia tahu disini aku menyayangi kamu." Tanpa pikir panjang, Ramdan merengkuh tubuh Sinta yang berdiri dihadapannya. Sambil mengelus kepala dan punggung Sinta Ramdan berkata, "Jangan meminta cerai, kita bisa bahagia jika kita mau menjalaninya bersama." Ramdan melepaskan rengkuhannya, menuntun tangannya menuju kedua pipi Sinta kemudian keduanya

