ATDK BAB 4

891 Words
Ekhem Reyno berdehem sejenak  "Ngomong-ngomong itu mitra bisnis kamu yang baru kan Sinta, kenapa ga disuruh masuk ?" Tanya Reyno kepada anaknya.  "Ya masuk tinggal masuk ga usah disuruh" Ketus Sinta  "Huss gaboleh gitu, tadi kamu manja sekarang ketus. Pantesan ga laku-laku."  What – Batin Sinta  "Papa ko gitu sih ?" Rajuk Sinta kembali  "Nak, silahkan masuk. Ga enak masa diemnya di deket pintu, dipojokan gitu. Nanti disangka cicak" Ujar Reyno pada Ramdan  Ramdan tersenyum dan mengangguk, kemudian maju mendekat disamping Sinta  "Kalian cocok, papa minta kalian menikah saja ya" Ucapan Reyno sukses membuat mata Sinta membelalak karena terkejut. Ramdanpun sama terkejutnya, tapi dengan segera ia merubah ekspresinya.  "Apa ? Papa ngomong apaan sih ? Ko bilang gitu, kalo bercanda Sinta gasuka. Kalo serius juga Sinta gamau" Tolak Sinta.  "Sinta denger papa, kamu ingetkan papa bilang apa ke kamu belakangan ini ? Papa sayang sama kamu nak, papa selalu ingin menjaga kamu. Tapi papa ini udah tua, papa gamungkin ngurus kamu lagi. Papa gakuat jadi papa ingin titipkan kamu kepada suamimu kelak." Ucap Reyno penuh nada kasih sayang terhadap anaknya – Sinta.  "Iya pa, tapikan masih lama. Sinta gatau kapan itu bakalan kesampean." Jawab Sinta melembut.  "Ini kan ada Ramdan, papa mau kamu sama nak Ramdan ini."  "Loh ko gitu ?"  "Papa ini udah kenal Ramdan sudah lumayan lama Sinta, papa percaya sama dia. Sebenernya papa nugasin kamu biar jadi mitra bisnisnya dia itu supaya kamu bisa deket sama calon suamimu ini."  "Hah ? Ko gitu ? Jadi lo tahu ini semua Ramdan ?" Tanya Sinta kepada Ramdan  Ramdan menjawabnya dengan senyuman dan anggukan kepalanya.  "Aaaaa ko papa gitu sih ?" Frustasi Sinta  "Papa sayang kamu Sinta, papa Cuma mau yang terbaik buat kamu aja."  "Tapi kalo gini namanya papa egois, ini hidupku. Aku yang mestinya nentuin masa denpanku paa"  "Iya papa ngerti Sinta, tapi.."  Belum sempat menjelaskan kepada anaknya, d**a Reyno mendadak sakit. Rasanya seperti ditekan dan diremas dengan kuat, dengan itu Reyno memengang dadanya kuat.  Seketika semuanya panik, Sinta dan juga Ramdan.  Sinta mendekat ke ayahnya sedangkan Ramdan keluar untuk memanggil dokter.  "Papa kenapa, papa ?" Panik Sinta sambal mengusap kepala ayahnya.  Tak lama dokterpun masuk kedalam ruangan dan menyuruh Sinta dan Ramdan untuk menunggu diluar selagi dokter memeriksanya.  Beberapa menit berlalu, Sinta tak henti-hentinya berjalan mondar-mandir didepan pintu ruangan ayahnya. Ramdan memerhatikannya sedari tadi dan ia terus-menerus memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa untuk apapun yang akan terjadi.  Ceklek pintu terbuka  Ramdan dan Sinta menghampiri dokter dengan tergesa.  "Bagaimana keadaan papa saya dok ?" Tanya Sinta  Dokter menghela nafas kemudian tersenyum, tersenyum sedih mungkin ?  "Untuk saat ini beliau tidak bisa dijenguk, sebaiknya kalian ikut saya keruangan saya. Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan."  Sinta terlihat menundukan pandangannya kemudian beralih kearah pintu, selanjutnya ia alihkan pandangannya kepada dokter  "Baiklah dok" Ucap Ramdan  Dokter mengangguk dan berjalan, Sinta dan Ramdan mengikutinya dari belakang.  Diruangan ini Sinta kembali menangis, diruangan dokter ini sinta mendengar semuanya. Mendengar kondisi ayahnya, mendengar kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kepada ayahnya.  "Baiklah terimakasih, kami permisi" Ucap Ramdan kemudian membantu Sinta untuk keluar dari ruangan dokter  Mereka – Sinta dan Ramdan – berjalan meninggalkan ruangan dokter itu.  "Ayah anda mengalami serangan jantung." Sinta terkejut, itulah kenyataannya  "Diperkirakan serangan jantung ini dipacu oleh Hipertensi yang dialami pasien. Serangan jantung (infark miokard) adalah kondisi mengancam jiwa yang terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat. Serangan jantung biasanya diakibatkan oleh penumpukan plak lemak, kolesterol, dan zat lainnya di dinding pembuluh koroner yang menyediakan suplai darah beroksigen untuk otot jantung. Aliran darah yang terganggu dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.  Gejala serangan jantung bisa bervariasi dari satu orang dengan yang lain. Yang paling umum adalah nyeri d**a hebat, seperti d**a ditekan atau diremas kencang. Sensasi nyeri yang sama juga bisa terasa pada lengan. Serangan jantung juga bisa menyebabkan gejala rasa sakit atau ketidaknyamanan di punggung, leher, atau rahang. Begitu juga dengan mual, sesak napas, sakit perut, atau pusing.  Tingkat keparahan gejala yang dirasakan setiap orang pun bisa beda-beda. Ada yang ringan, tapi ada juga yang sangat parah."  "Tekanan darah tinggi dapat memaksa pembuluh darah koroner untuk terus meregang. Lambat laun, tekanan tambahan ini dapat melemahkan dinding arteri sehingga membuatnya lebih rentan terhadap pembentukan plak yang semakin mempersempit pembuluh. Kondisi ini disebut sebagai ."  "Gumpalan darah juga cenderung lebih mudah terjadi ketika pembuluh mengeras akibat plak, Ketika pembuluh darah tersumbat oleh plak atau gumpalan darah, aliran darah ke otot-otot jantung akan terganggu. Akibatnya, otot jantung tidak bisa mendapatkan cukup asupan oksigen dan nutrisi. Ketika ini terjadi, jaringan otot jantung akan mulai rusak dan bahkan mati perlahan sehingga menyebabkan serangan jantung."  "Itu artinya ?" Tanya Ramdan  "Hufft, itu artinya ayah anda memiliki kemungkinan hanya akan bertahan dalam beberapa bulan, karena penyakit hipertensi dan jantungnya sudah mencapai tahap akhir dari tahap-tahap perkembangan."  Haaa Sinta menutup mulutnya dan mulai meneteskan airmatanya.  "Satu lagi, jangan buat beliau terkejut atau tertekan karena jika hal tersebut terjadi maka dapat terjadi kemungkinan beliau akan kembali mengalami serangan jantung. Serangan jantung yang mungkin saja bisa berakibat fatal, yaitu kematian."  Sinta dengan mulut yang tertutup rapat serta air mata yang selalu jatuh hanya bisa berdiam diri memandangi sang ayah dari luar ruangan rawat nya.  Pikirannya berkecamuk pada percakapan terakhirnya beberapa waktu yang lalu.  Yap, apalagi kalau bukan percakapannya mengenai penitipan dirinya kepada calon suami pilihan ayahnya, mengenai perjodohannya itu.  Apakah itu pesan terakhir yang disampaikan oleh ayahnya untuknya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD