"Kamu sudah bangun?" Bima ternyata datang setelah dihubungi oleh Ray. Jangan tanya Ray menghubungi lewat apa karena pemuda itu ajaib dan bisa melakukan semuanya dengan mudah. Ara mengusap matanya sembari mengubah posisinya menjadi duduk. Dia melihat sekitar, tenyata wanita itu masih ada di kamar Ray. "RAY." Seketika Ara mengingat jika Ray pergi meninggalkannya. Bima yang sudah membaca surat yang Ara genggam tadi sekaligus surat yang ditujukan untuk Bima pun langsung menenangkan wanita ini. "Tenanglah dulu, Ra. Tenang. Tenang," intrukisi Ray sembari mengatus pernapasan wanita itu. Ara pun mencoba tenang. Mengingat kepergian Ray dan kenangan mereka semalam membuat Ara kembali menangis. Bima dengan sigap segera memberikan air untuk wanita itu. "Surat dari Ray?" tanya Ara yang menging

