"Kamu mau bawa aku ke mana?" tanya Ara ketika dia dan Ray berganti bus sebanyak dua kali. Kata Ray, mereka akan menuju ke tempat yang bagus. Padahal itu akan menjadi tempat pertemuan mereka yang terakhir. Waktu sebulan itu akan berakhir dalam dua hari lagi, tetapi Ray sudah memutuskan akan pergi lebih dulu. Dan tentu saja dia harus mengucapkan kata perpisahan. Langkah kaki mereka berhenti di sebuah gedung yang tak terpakai, tetapi dari luar masih terlihat bagus. "Kita akan masuk ke sana?" tanya Ara. Pasalnya dia tau bila gedung ini sudah tidak digunakan hampir dua bulan. Ray mengangguk, pemuda itu melangkah masuk duluan. Ara pun mau tidak mau mengikutinya dari belakang. Ray menuju ke tangga darurat, tentunya lift tak akan berguna sekarang dan dia juga tak ingin mengambil resiko lift

