26

1760 Words

Adelle tersenyum menatap cincin yang kini tersemat di jarinya. Cincin pertunangannya dengan Mike. Seketika, ingatan Adelle melayang ke malam itu ketika Mike melamarnya tepat ketika matahari senja baru saja menghilang di balik awan. Tidak banyak yang bisa diungkapkannya selain kata, “ya, aku bersedia.” Seluruh otot tubuhnya seolah lumpuh. Dia sungguh tidak menyangka jika Mike -pria yang tidak percaya cinta- melamarnya. Oke, memang masih untuk menjadi tunangannya, tetapi itu sudah merupakan satu langkah yang besar bagi Mike. Adelle bahkan tidak tahu apa yang mendorong Mike untuk melamarnya secepat itu. Ayahnya dan Janice langsung meneleponnya malam itu, bukti bahwa Mike telah bicara dengan ayahnya. Dan juga bukti bahwa Mike benar-benar serius. Mungkin bagi kebanyakan pria yang sudah dewa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD