23

1299 Words

“Kau bahagia?” Adelle menatap Mike yang duduk di sampingnya. Mereka sedang ada di pesawat yang akan membawa mereka pulang ke Görlitz. Mike menoleh dan tersenyum. “Tidak pernah sebahagia ini. Terima kasih, Sayang.” “Kenapa kau berterima kasih padaku?” “Karena kau mau menemaniku. Aku mencintaimu.” Blush. Adelle merasa pipinya memanas. Sekarang Mike sering sekali mengucapkan itu untuknya, dan tentu saja dia masih selalu memerah jika mendengarnya. Adelle merasa ini seperti mimpi. Dicintai oleh pria tampan ini? Bahkan sebelumnya, bermimpi pun dia tidak berani. Apa Mike buta hingga bisa jatuh cinta padanya? Atau hanya karena dia mirip Erika? Selama berada di Helsinki, ayah dan ibu Mike memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Seolah mereka mendapat kesempatan kedua untuk memanjakan anak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD