“An, bisa kau bantu aku?” Andra mendongak dan melepas kacamatanya saat Mike masuk ke dalam ruang prakteknya. Mike duduk di kursi pasien dan meraih jurnal kedokteran yang tengah dibaca Andra. Tangannya sibuk membolak-balik jurnal itu, tetapi otak Mike berputar mencari kata yang tepat untuk memulai pembicaraannya dengan Andra. Seolah menyadari jika Mike gugup, Andra hanya menatapnya tanpa bicara apapun. Dia menunggu dengan sabar hingga akhirnya Mike mendesah dan meletakkan jurnal itu kembali di meja. “Aku ingin melamar Adelle.” Mata Andra berbinar seketika saat pria itu mengangkat alisnya. “Tidak kusangka kau lebih berani daripada aku dulu.” Mike memutar bola matanya. “Hanya karena Adelle tidak memiliki kakak laki-laki.” Andra tertawa dan bangkit dari duduknya. Melepas jas dokternya, p

