Udara pedesaan yang masih lembap setelah hujan semalam menyusup ke sela-sela kulit Winona. Gadis itu menarik selimut lusuh hingga ke leher, berusaha menepis hawa dingin yang menusuk. Namun, begitu mendengar suara panci berdenting dari dapur dan aroma bawang yang digoreng menyeruak, ia sadar, sudah waktunya bangun. Hari ini, Winona bertekad untuk belajar memasak. Sudah beberapa hari tubuhnya mulai membaik berkat perawatan Abimanyu yang begitu sabar. Winona tahu, tidak mungkin terus bergantung pada kebaikan mertuanya, meskipun Bu Lastri baik dan lemah lembut, tetap ia merasa tidak enak dan sungkan. Winona melangkah keluar dari kamar. Di dapur, Bu Lastri sudah berdiri dengan tangan berkacak pinggang, sementara panci besar berisi air mendidih mengepulkan asap putih. "Sudah merasa enakan,

