Bab 41 Suara kendaraan yang datang silih berganti di depan rumah keluarga Abimanyu kini sudah menjadi hal biasa. Truk kecil, mobil box, hingga kurir ekspedisi setiap harinya berhenti sebentar untuk menjemput pesanan snack dan berbagai macam olahan keripik buatan rumah produksi Winona. Gudang belakang rumah kini tampak jauh lebih ramai dari biasanya. Aroma pisang goreng dan umbi-umbian yang sedang digoreng memenuhi udara, bercampur dengan suara tawa para ibu-ibu yang sibuk di dapur produksi. Di bagian depan, para remaja desa membantu menimbang, menempel label, dan mengemas pesanan dengan cekatan. "Mbak Winona, pesanan dari Jakarta sudah siap. Tinggal kirim sore ini kata Bang Radit," seru Antika sambil mengangkat dus besar, secara bersamaan. Meskipun masih berada di sekolah dasar, Antik

