Bab 42 Suara riuh dari halaman belakang rumah Abimanyu kini sudah menjadi hal biasa setiap pagi. Suara tawa ibu-ibu, dentingan wajan, desisan minyak panas, hingga aroma pisang goreng dan singkong balado yang gurih memenuhi udara desa itu. Rumah sederhana yang dulu hanya dikelilingi sawah kini berubah menjadi pusat kegiatan ekonomi kecil penuh semangat dan kerja keras. Winona berdiri di dekat bangunan baru yang beratap seng lebar dengan dinding setengah terbuka agar udara bisa keluar masuk. Wanita itu memegang buku catatan dan sesekali mencatat bahan-bahan yang harus dibeli lagi. Di sebelahnya, beberapa ibu-ibu sibuk mengupas pisang, sementara yang lain mengaduk adonan di baskom besar. "Mbak Winona, ini tepungnya tinggal sedikit, sepertinya tidak cukup buat satu batch lagi," ujar Bu

