Udara desa dipenuhi aroma tanah basah dan daun singkong yang masih berembun. Cahaya mentari menembus sela pepohonan, menyinari halaman belakang rumah keluarga Abimanyu yang kini tampak jauh lebih hidup. Di sana, Winona berdiri dengan semangat baru. Ini adalah tempat pertama yang akan mereka kunjungi untuk mengambil singkong dan ubi jalar yang memang tumbuh di halaman belakang rumah. Sementara di belakang bukit, nanti Abimanyu bersama bapak mertuanya dan juga Radit yang akan melakukannya, dibantu oleh beberapa tetangga yang memang mengajukan diri untuk bekerja secara sukarela. Tangannya memegang cangkul kecil, sementara di sekelilingnya, Bu Neneng, Bu Lastri, dan beberapa tetangga tengah sibuk mencabut umbi-umbian dari tanah. Ada tawa, ada percakapan ringan, dan di antara semua itu, se

