Suara deru mobil yang berhenti di depan rumah membuat Winona spontan menoleh dari dapur. Gadis itu mengusap tangannya dengan celemek, lalu berjalan cepat menuju halaman. Dari balik jendela bambu yang terbuka, ia melihat sebuah mobil putih berhenti, dan empat sosok keluar dari dalamnya dengan wajah semeringah. "Winona!" teriak Cecil, sambil melambaikan tangan heboh. Winona langsung berlari kecil menghampiri, senyum lebarnya mengembang. "Cecil! Ya ampun, kamu beneran datang." Keduanya berpelukan erat. Rasanya bahagia sekali bisa bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak bertemu semenjak ia menikah dan dibawa ke desa. "Aku kangen sekali dengan kami, Win. Sudah beberapa bulan ini kita tidak ketemu," kata Cecil sambil menatap wajah sahabatnya. "Kamu tambah cantik, tapi agak gosong."

