Bab 68. Debat Sengit

1238 Words

Acara doa bersama meninggalnya Kakek Tommy berjalan dengan khidmat dan penuh haru. Rumah besar empat lantai yang kini menjadi milik Winona itu dipenuhi sanak saudara dari berbagai daerah. Doa-doa mengalun lembut menciptakan suasana sakral yang membawa kenangan tentang sosok almarhum yang begitu dihormati. Winona mengenakan abaya hitam sederhana, rambutnya diikat rapi. Wajahnya tenang, tapi matanya sembab, masih menyisakan duka mendalam atas kepergian kakeknya yang sangat ia hormati. Abimanyu setia di sisinya, membantu mengatur tamu dan memastikan acara berjalan lancar. Sayangnya, ketenangan itu tidak bertahan lama. Di sudut ruangan, Ratna tampak sibuk berbicara dengan beberapa tamu dari pihak keluarga besar kakek Tommy, paman-paman dan bibi tua yang sebenarnya jarang berhubungan dekat d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD