Bab 69. Hinaan Mischa

1289 Words

Beberapa minggu setelah acara tahlilan Kakek Tommy, suasana di rumah besar itu perlahan kembali tenang. Namun, Winona tak ingin terlarut dalam duka. Wanita itu tahu Kakek pasti tidak akan senang melihat dirinya terus bersedih. Ia memilih bangkit dan melakukan sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang bukan hanya bermanfaat bagi dirinya, tapi juga untuk orang-orang di desa Abimanyu. Pagi itu, Winona duduk di ruang kerjanya dengan laptop terbuka, dikelilingi tumpukan berkas, proposal, dan brosur mesin industri. Di layar terlihat berbagai jenis mesin pengolah makanan ringan, mulai dari mesin penggoreng otomatis hingga pengemas modern. Winona mengusap dagunya sambil berpikir. "Kalau semua bahan dasarnya dari hasil pertanian desa, kita bisa produksi makanan ringan dalam jumlah yang sangat be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD