Suasana di kafe tempat Winona dan Cecil bertemu terasa hangat dan nyaman. Aroma kopi dan kue manis menguar di udara, sementara cahaya matahari menembus jendela besar, memantulkan sinar lembut di wajah dua sahabat lama itu. Sudah lama mereka tidak nongkrong cantik seperti ini sejak Winona pindah ke desa dan menikah dengan Abimanyu. Cecil yang kini tampil elegan dengan blazer krem langsung tersenyum lebar ketika melihat Winona datang. "Oh my God, Winona! Kamu kelihatan semakin glowing dan berisi saja. Aku bahagia bisa melihat kamu memiliki semangat hidup seperti ini." Winona tertawa kecil sambil memeluknya. "Kamu juga masih sama saja, Cecil. Selalu tampil sempurna." Mereka duduk berhadapan, memesan minuman, lalu mulai berbincang santai. Tapi, tak butuh waktu lama sampai Winona membuka

