Bab 48. Debat Rara

1104 Words

Bab 48. Siang itu matahari bersinar terik. Udara terasa panas dan menusuk kulit ketika Winona melangkah pulang dari sawah, membawa rantang kosong setelah mengantar makan siang untuk Abimanyu dan Pak Arman. Peluh masih membasahi pelipisnya, tapi ada senyum kecil di bibirnya setiap kali mengingat wajah Abimanyu yang berterima kasih dengan tatapan penuh kasih. Ah, jantungnya merasa tidak aman kalau mengingat-ngingat bagaimana perlakuan manis yang dilakukan oleh Abimanyu terhadapnya. Langkahnya terhenti begitu mendengar suara keras dari arah rumah. Suara Bu Lastri. Nada marah dan tinggi. Ternyata Ibu mertuanya berada di rumah dan tidak berada di kendai, pikir Winona. "Rara! Ibu sudah bilang jangan lagi dekat-dekat sama Yudha itu. Dia tidak cukup baik untuk kamu." Winona sontak memperce

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD