Bab 44 Desa yang beberapa bulan terakhir penuh dengan semangat dan keceriaan kini mulai terasa sedikit berbeda. Kesuksesan Winona yang begitu pesat membawa kebanggaan bagi banyak orang, namun juga menumbuhkan bibit iri hati bagi sebagian lainnya. Terutama ketika Winona diundang sebagai pembicara di ulang tahun desa beberapa hari yang lalu. Ada yang menganggap jika Winona adalah pendatang dan tidak seharusnya menjadi pembicara. Salah satunya adalah Bu Asih dan Bu Jumi, yang dulu sering mencibir Winona sebagai perempuan kota manja atau fitnah lainnya, kini mereka malah tak henti-henti membicarakan perempuan itu. "Lihat tuh, si Winona. Belum juga setahun di sini, sudah punya usaha, mobil, dan suami yang nurut sekali. Si Abimanyu juga mau-maunya jadi kacung istrinya. Kalau suamiku seperti

